GAJI PNS 2015 BELUM TENTU NAIK,TDL DAN TARIF KERETA API DIPASTIKAN NAIK

Posted by Komunitas Guru PKn on Sunday, December 21, 2014

Menyambut tahun baru 2015, telah beredar informasi bahwa pemerintah berencana malakukan kenaikan Gaji PNS 2015 sebesar 6 persen dan rencana kenaikan uang makan. Rencana kenaikan Gaji Pokok PNS 2015 tersebut  telah masuk di dalam anggaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014-2015.  Kenaikan tersebut rencananya akan diberlakukan mulai bulan Januari 2015. Adapun alasan kembali menaikkan gaji pokok dan uang makan PNS pada tahun 2015 adalah untuk meningkatkan kinerja PNS. Dengan adanya kenaikan tersebut, diharapkan pelayanan PNS kepada masyarakat meningkat.



Rencana kenaikan gaji PNS 2015 tersebut ditegaskan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada tanggal 12 Desember 2014 yang menyatakan bahwa pemerintah Jokowi akan tetap menaikkan gaji PNS 2015 yang akan datang sebesar 6 persen (6%). Anggaran kenaikan gaji PNS 2015 tersebut sudah masuk dalam APBN 2015.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro

Bambang juga menjelaskan bahwa pemerintah juga memperhatikan biaya hidup PNS dengan besaran inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi bulan November lalu secara tahunan mencapai 6,2 persen sehingga gaji PNS tahun 2015 wajar naik hingga 6 persen.

Sebenarnya rencana kenaikan gaji PNS 2015 sudah pernah disampaikan pemerintah SBY memalui  Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri bulan Agustus 2014 yang lalu yang menuturkan bahwa kenaikan enam persen ini juga berlaku bagi pensiunan PNS, dan juga abdi negara lainnya. Namun, besaran untuk pensiunan ini sebesar lima persen. Hal ini karena dalam RAPBN 2015 pemerintah kembali menaikan gaji dan uang makan PNS di tahun 2015 sebesar enam persen. Kenaikan tersebut termasuk kepada Polisi/TNI.

Selain kenaikan gaji, para abdi Negara (PNS) itu  juga di tahun 2015 masih akan menerima kenaikan tunjangan uang makan dan lauk pauk sebesar Rp 5.000. Untuk anggaran tersebut, dialokasikan dana Rp 2,57 triliun. Anggaran Kementerian Lembaga dalam RUU APBN 2015 mengalami pelonjakan menjadi Rp 647,3 triliun yang artinya meningkat Rp 46,78 triliun dari usulan awal pemerintah yang mencapai Rp 600,6 triliun.

Namun, kepastian realisasi kenaikan Gaji PNS 2015 masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang belum tentu diterbitkan. Karena persoalan gaji PNS di Indonesia diatur melalui Peraturan Pemerintah, seperti PP Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Perubahan Keenambelas Atas Perubahan Peraturan Pemerintah  Nomor 7 Tahun 1977 Tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Tabel gaji pokok PNS berdasarkan PP 34




Di sisi lain, Tahun baru 2015 juga akan disambut dengan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di atas 1.300 VA. Pemerintah mulai 1 Januari 2015 memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis (automatic tariff adjustment) lanjutan terhadap delapan golongan pelanggan, yakni pertama rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA. Kedua, rumah tangga R2 dengan daya 2.200 VA. Ketiga, rumah tangga R2 dengan daya 3.500-5.500 VA. Keempat, golongan pelanggan industri I3 dengan daya di atas 200 kVA. Kelima, golongan pelanggan industri I4 dengan daya di atas 30 ribu kVA. Keenam, kantor pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVA. Ketujuh, penerangan jalan umum P3. Kedelapan, golongan pelanggan layanan khusus. 

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan perubahan tarif listrik secara otomatis terhadap empat golongan pelanggan pada pertengahan tahun ini. Pertama, golongan rumah tangga R3 dengan daya 6.600 VA ke atas. Kedua, Golongan B3 dengan daya di atas 200 KVA. Ketiga, golongan B2 dengan daya 6.600 VA-200 KVA. Keempat, golongan kantor pemerintahan P1 dengan daya 6.600 VA-200 kVA.

Direktur Jenderal Kelistrikkan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, dengan tarif listrik secara otomatis lanjutan, maka tarif listrik akan fluktuatif. Besaran tarif akan mengikuti sejumlah indikator, yaitu kurs dolar AS, harga rata-rata minyak Indonesia (ICP), dan inflasi. ICP berpengaruh karena harga gas biasanya dikaitkan dengan subsidi.

Dia melanjutkan, dengan begitu, apabila ketiga indikator itu berubah, harga listrik juga mengikuti. ''Sehingga bila kurs dolar AS naik, tarif listrik naik demikian sebaliknya,'' katanya, Kamis (4/12). Aturannya, kata dia, telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 31 Tahun 2014 tentang tarif listrik. Dalam aturan tersebut disebutkan mulai 1 Januari 2015, terdapat 12 golongan pelanggan tarif non subsidi yang akan dikenakan penyesuaian.

Berikut adalah 12 golongan pelanggan listrik yang masuk kelompok non subisdi dan akan segera terkena penyesuaian tarif listrik:
1. Rumah Tangga R-1/TR daya 1.300 VA,
2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200VA,
3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500VA s.d 5.500VA, 
4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600VA keatas, 
5. Bisnis B-2/TR, daya 6.600VA s.d 200kVA, 
6. Bisnis B-3/TM daya diatas 200kVA,
7. Industri I-3/TM daya diatas 200kVA,
8. Industri I-4/TT daya diatas 30.000kVA, 
9. Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600VA s.d 200kVA, 
10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200kVA, 
11. Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan 12. Layanan khusus TR/TM/TT.

Selain kenaikan TDL, Tahun Baru 2015 akan disambut dengan kenaikan harga tiket kereta api. PT Kereta Api Indonesia akan menaikkan harga tiket seluruh Kereta Api penumpang berkisar 7-8 persen dari harga sekarang mulai 1 Januari 2015. Kenaikan tarif sebagai usaha menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Rencana kenaikkan harga karcis Kereta Api berkisar tujuh sampai delapan persen masih kami matangkan. Yang jelas kenaikan akan dimulai 1 Januari 2015," kata Direktur PT KAI Edi Sukmoro di Bojonegoro, Jumat (5/12).


Kenaikan harga tiket penumpang Kereta Api termasuk juga harga tiket Kereta Api yang masuk dalam "public service obligation" atau PSO, seperti Kereta Api Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta atau kereta rel diesel (KRD) Bojonegoro-Surabaya. "Ya besarnya kenaikan karcis Kereta Api yang masuk PSO tinggal menyesuaikan," ucapnya.


= Info Terkait =


Blog, Updated at: 7:08 AM

0 comments:

Post a Comment

--------------------------------

JADWAL IMSAKIYAH DAN JADWAL SHOLAT

--------------------------------

--------------------------------

--------------------------------

Cek Data Guru & SKTP 2015

--------------------------------

--------------------------------

Statistik Pengunjung

-----------------------------

Followers

CB